Prodi Apoteker

prodi_apoteker_unjaya

Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) didirikan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 706/E/O/2024 tentang Izin Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker yang ditetapkan pada tanggal 17 Oktober 2024. Keputusan ini menjadi tonggak awal bagi Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dalam menyelenggarakan pendidikan profesi apoteker. Berdasarkan keputusan tersebut, PSPPA Unjaya mulai dilaksanakan pada Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 sebagai kelanjutan dari pendidikan sarjana farmasi.

Penyelenggaraan PSPPA Unjaya dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan tenaga apoteker yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kefarmasian. Sebagai pendidikan lanjutan dari Program Studi Farmasi (S-1), PSPPA berfokus pada penguatan kompetensi praktik profesional yang mencakup aspek pelayanan kefarmasian, manajemen, serta komunikasi dalam praktik kefarmasian. Program ini dirancang untuk menghasilkan apoteker yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada keselamatan pasien dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Program pendidikan PSPPA ditempuh dalam waktu 1 (satu) tahun dengan total beban studi sebesar 36 SKS. Kurikulum disusun mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Standar Kompetensi Apoteker Indonesia, serta kebijakan dari Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Proses pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di berbagai wahana praktik, meliputi rumah sakit, apotek, puskesmas, industri farmasi, distribusi farmasi, serta wahana pilihan seperti Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Pembelajaran dirancang secara sistematis dan berkesinambungan untuk memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman praktik yang komprehensif sesuai dengan tuntutan profesi.

Kegiatan pembelajaran PSPPA diawali dengan stadium general, pembekalan PKPA, serta kegiatan tutorial untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan mahasiswa sebelum terjun ke wahana praktik. Selain itu, dalam rangka mempersiapkan mahasiswa menghadapi uji kompetensi nasional, PSPPA juga menyelenggarakan kegiatan pembelajaran berbasis keterampilan melalui skill laboratory, serta evaluasi berbasis Computer-Based Test (CBT) dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) yang dilengkapi dengan try out secara berkala.

Lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Unjaya dipersiapkan menjadi apoteker yang profesional, berintegritas, dan berwawasan global, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan praktik kefarmasian. Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung pencapaian visi program studi, mahasiswa PSPPA juga berperan aktif dalam kegiatan promosi kesehatan di bidang kefarmasian melalui kegiatan PKPA sebagai bentuk kontribusi nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Profil lulusan mencerminkan peran apoteker sebagai care giver, communicator, decision maker, manager, leader, researcher, teacher, entrepreneur, life-long learner, serta health promotor yang mampu mengintegrasikan ilmu kefarmasian dengan praktik profesional berbasis bukti.

Visi Program Studi 

Menjadi Program Studi yang unggul, memiliki penciri promosi kesehatan di bidang kefarmasian yang berbasis bukti dan berwawasan global, dengan semangat Kejuangan Jenderal Achmad Yani.” 

Misi Program Studi 

  1. Menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi yang terintegrasi dan berkesinambungan serta berwawasan global di bidang kefarmasian yang berbasis bukti dengan semangat Kejuangan Jenderal Achmad Yani.
  2. Mengimplementasikan kerja sama dengan stakeholder untuk mewujudkan daya saing global.
  3. Menyelenggarakan tata kelola program studi yang berorientasi mutu, bersinergi dan berkelanjutan. 

Tujuan Program Studi 

  1. Menghasilkan lulusan yang unggul di bidang kefarmasian, berwawasan global, memiliki penciri promosi kesehatan yang berbasis bukti, dengan semangat kejuangan Jenderal Achmad Yani.
  2. Terselenggaranya pendidikan farmasi yang bermutu dan responsif terhadap kemajuan ilmu dan teknologi serta terintegrasi dengan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  3. Menghasilkan penelitian yang mendukung promosi kesehatan berdasarkan ilmu serta praktik kefarmasian berbasis sains, teknologi, dan penggunaan obat yang rasional.
  4. Menghasilkan pengabdian kepada masyarakat melalui promosi kesehatan yang memberikan solusi terhadap permasalahan kesehatan.
  5. Terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan dengan stakeholder dalam implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.
  6. Terselenggaranya manajemen yang berorientasi pada peningkatan mutu layanan.

PROYEKSI LULUSAN :

  1. Pelayanan kefarmasian klinik dan komunitas: rumah sakit, apotek, puskesmas, dan klinik, dengan posisi sebagai Apoteker Penanggung Jawab (APA), Apoteker Pendamping.
  2. Industri farmasi : pada bidang produksi, pengawasan mutu (QC), pemastian mutu (QA), riset dan pengembangan (R&D), registrasi dan regulatory affairs, farmakovigilans, dengan posisi sebagai Apoteker Penanggung Jawab Industri, Supervisor Produksi, QA/QC Supervisor, Formulator, serta Regulatory Affairs Officer.
  3. Distribusi farmasi : di Pedagang Besar Farmasi (PBF), distributor alat kesehatan dan kosmetik, dengan posisi sebagai Apoteker Penanggung Jawab PBF, Quality Assurance Supervisor, serta Distribution Supervisor yang menjamin mutu dan legalitas distribusi.
  4. Regulasi dan pemerintahan : di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, dengan posisi sebagai Regulatory Officer, Inspector/Asesor, serta Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM).
  5. Wirausaha dan praktik mandiri : sebagai Owner Apotek, Apoteker Pengelola Apotek (APA), serta Founder usaha di bidang produk herbal, kosmetik, nutraseutikal, dan layanan kefarmasian berbasis digital.
  6. Akademik dan penelitian : sebagai Dosen, Peneliti, atau Research Associate, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dan doktor (S3) di bidang farmasi dan kesehatan.

Dalam menunjang kegiatan pembelajaran di Prodi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Kesehatan Unjaya tersedia fasilitas yang lengkap, di antaranya:

  1. Ruang kelas dan tutorial yang representatif
  2. Perpustakaan dengan koleksi buku dan jurnal yang memadai
  3. Ruang CBT (Computer Based Test)
  4. Ruang OSCE (Objective Structured Clinical Examination)
  5. Kandang hewan uji
  6. Laboratorium yang terdiri dari :
  • Laboratorium Teknologi Farmasi
  • Laboratorium Kimia Farmasi
  • Laboratorium Biofarmakologi
  • Laboratorium Bahan Alam dan Mikrobiologi
  • Laboratorium Farmasi Klinik dan Komunitas
  • Laboratorium Instrumen/Penelitian