YOGYAKARTA – Program Studi Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) sukses menyelenggarakan The 4th Unjaya International Conference on Health Sciences (UNICHS 2025) pada 12–13 November 2025 di Yogyakarta, Indonesia. Mengusung tema “Nurturing National Health Security Through Primary Health Care Practice: Innovations, Policies, and Practices”, konferensi ini menjadi forum global dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan berbasis Primary Health Care (PHC).
Konferensi ini menghadirkan pembicara, peneliti, akademisi, dan praktisi kesehatan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Thailand, Inggris, Uganda, serta negara lainnya, baik secara luring maupun daring. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi internasional dalam membahas inovasi, kebijakan, dan praktik terbaik dalam penguatan sistem kesehatan berbasis komunitas.
Dalam sambutan pembukaannya, Rektor Unjaya, Triana Hertiani, menegaskan bahwa Primary Health Care merupakan fondasi utama dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh. Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan harus tetap berpusat pada manusia, dengan mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan nilai kemanusiaan dalam menciptakan sistem kesehatan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Ketua Panitia UNICHS 2025, Ferianto, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Yayasan Kartika Eka Paksi, pimpinan Unjaya, serta mitra penyelenggara seperti Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta dan Boromarajonani College of Nursing, Khon Kaen, Thailand. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para sponsor, di antaranya PT Akebono Brake Astra Indonesia, CV Kirana Mas Homes, PT Yakult Indonesia, dan Unjaya Press.
UNICHS 2025 diikuti oleh 127 presenter dari lebih dari 20 institusi akademik dan organisasi, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan partisipasi internasional dari Jepang, Malaysia, Taiwan, Thailand, Inggris, dan Uganda.
Baik Rektor maupun Ketua Panitia menegaskan bahwa penguatan Primary Health Care menjadi sangat krusial di era pascapandemi, terutama dalam menghadapi transformasi digital, perubahan demografi, serta kesenjangan kesehatan yang semakin kompleks. Konferensi ini diharapkan menjadi platform global untuk pertukaran pengetahuan, inovasi, serta pengembangan kebijakan berbasis bukti guna meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Menutup rangkaian pembukaan, Rektor Unjaya menyampaikan pesan utama institusi:
“Together, we nurture health; together, we build hope.”
